Tuesday, July 16, 2019

Rifan Financindo | Inflasi Selandia Baru Meningkat Pesat, NZD/USD Lanjutkan Reli

Rifan Financindo  -  Badan Statistik Selandia Baru pada hari Selasa (16/Juli) merilis data Inflasi Konsumen kuartal kedua yang naik 0.6 persen, melonjak dari gain periode sebelumnya yang hanya mencatat kenaikan 0.1 persen. Data Inflasi dalam basis kuartalan ini telah sesuai dengan ekspektasi pasar yang sebelumnya juga memprediksi kenaikan 0.6 persen.
Inflasi Tahunan Selandia Baru Lewati
Secara tahunan, Inflasi Konsumen Selandia Baru juga meningkat, tepatnya dari 1.5 persen menjadi 1.7 persen. Angka Inflasi sebesar 1.7 persen itu juga sesuai dengan forecast ekonom dalam jajak pendapat Reuters.
 Baca Juga :

  • PT RIFAN FINANCINDO | Sosialisasi Perdagangan Berjangka Harus Lebih Agresif: Masih Butuh Political Will Pemerintah
  • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi
  • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu
  • RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan
  • PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor
  • RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi
  • RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi
  • RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai
  • PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB
  • PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan
  • RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras
  • PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya
  • PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun
  • PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop
  • PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK
  • RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat.

Didorong Oleh Kenaikan Harga Minyak Dan Sewa Rumah

Lonjakan cukup signifikan pada Inflasi Konsumen Selandia Baru selama kuartal kedua, sebagian besar karena didorong oleh kenaikan harga minyak sebesar 5.8 persen selama kuartal kedua tahun ini. Penguatan itu tergolong sangat tajam karena harga minyak di kuartal pertama mengalami penurunan -7.0 persen.
Harga rata-rata bensin oktan 91 di Selandia Baru adalah $2.13 per liter, naik dari $2.01 per liter. Akan tetapi, harga tersebut masih berada di bawah level tertinggi $2.18 per liter, yang pernah tersentuh pada kuartal ketiga 2018. Selain itu, pasar mencermati kondisi penurunan harga minyak Selandia Baru yang sudah terjadi di akhir kuartal kedua 2019.
"Harga bensin naik perlahan di awal kuartal kedua dan melonjak hingga mencapai puncaknya pada bulan Mei, lalu kemudian jatuh di bulan Juni. Bahkan pada pekan terakhir bulan Juni, harga minyak berada 2.0 persen di bawah harga rata-rata kuartal kedua," kata Paul Pascoe, manajer senior Badan Statistik Selandia Baru.
Sementara itu, harga sewa rumah meningkat 1.0 persen q/q pada kuartal kedua 2019, dan telah mencatat gain tahunan sebesar 2.5 persen. Kenaikan harga sewa rumah ini sekaligus menoreh rekor tertinggi sejak Maret 2008, yang pada saat itu naik 1.2 persen. Penguatan harga sewa terbesar terjadi di kota Wellington (+1.4 persen), lalu diikuti oleh Auckland (+0.6 persen).

NZD/USD Semakin Menguat

Rilis data CPI kuartalan yang lebih baik dari ekspektasi, memperkuat reli bullish jangka pendek Dolar New Zealand terhadap Dolar AS. Pair NZD/USD diperdagangkan pada kisaran 0.6733, berada di jalur penguatan lima hari berturut-turut dan mencapai level tertinggi sejak 18 April 2019. ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )


Sumber : seputarforex

Monday, July 15, 2019

PT Rifan financindo | Dolar AS Masih Melemah Pasca Rilis Data PPI AS

PT Rifan Financindo - Tak jauh berbeda dengan Inflasi Konsumen kemarin, data Inflasi Produsen yang dirilis Jumat (12/Juli) malam ini gagal menarik minat buyer Dolar AS. Mata uang dengan sebutan Greenback tersebut masih melemah akibat ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed di akhir bulan ini.
Indeks Dolar (DXY) turun 0.14 persen ke 96.92 saat berita ini ditulis. Sementara USD/JPY menunjukkan penurunan yang lebih tajam, yakni 0.44 persen ke 107.999, terendah sejak tanggal 5 Juli.
uj
 Baca Juga :

  • PT RIFAN FINANCINDO | Sosialisasi Perdagangan Berjangka Harus Lebih Agresif: Masih Butuh Political Will Pemerintah
  • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi
  • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu
  • RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan
  • PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor
  • RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi
  • RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi
  • RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai
  • PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB
  • PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan
  • RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras
  • PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya
  • PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun
  • PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop
  • PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK
  • RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat.

PPI AS Tumbuh Sesuai Ekspektasi

Departemen Ketenagakerjaan AS melaporkan bahwa Producer Price Index (PPI) bulanan tumbuh 0.1 persen pada bulan Juni, sesuai dengan ekspektasi dan tak berubah dibandingkan sebelumnya. Level tersebut juga masih menjadi yang terendah sejak empat bulan terakhir.
ppi-as
Sedangkan dalam basis tahunan, PPI AS tumbuh 1.7 persen, lebih rendah 0.1 persen dari bulan Mei, dan menjadi yang terendah sejak Januari 2017. Kendati demikian, rilis data PPI AS tersebut masih lebih tinggi daripada ekspektasi penurunan ke 1.6 persen.
"Bukti kenaikan inflasi akan diterima dengan hangat oleh The Fed," kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions, New York.
Terlepas dari optimisme tersebut, Manimbo menambahkan jika indeks inflasi lain yang juga menjadi acuan The Fed dalam mempertimbangkan suku bunga--yakni indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) inti--tidak juga menunjukkan kenaikan dari level rendah 1.6 persen, maka akan sulit bagi bank sentral AS untuk mengubah rencana Rate Cut bulan ini.  ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )


Sumber : seputarforex

Thursday, July 11, 2019

Rifanfinancindo | Kepercayaan Konsumen Australia Turun, AUD/USD Kian Melemah

Rifanfinancindo - Pada hari Rabu (10/Juli), Departemen Statistik Australia merilis data kepercayaan konsumen versi Westpac yang mengalami penurunan sebesar -4.1 indeks poin menjadi 96.5, lebih buruk dari penurunan -0.6 indeks poin yang terjadi pada bulan sebelumnya. Penurunan tingkat kepercayaan konsumen ini semakin membebani pergerakan Dolar Australia yang dalam beberapa hari belakangan sudah melemah.
Kepercayaan Konsumen Australia Turun,
Faktor terbesar yang mendasari penurunan kepercayaan konsumen Australia bulan ini adalah kekhawatiran mendalam terhadap prospek ekonomi selama 12 bulan ke depan. Tidak tanggung-tanggung, optimisme rumah tangga Australia terhadap outlook ekonomi jangka pendek melemah hingga -12.3 persen, atau telah merosot hingga -16.4 persen sejak Mei; ini merupakan evel paling rendah dalam empat tahun. Bahkan outlook ekonomi 5 tahun mendatang juga mencatat penurunan -6.7 persen.
Baca Juga :


  • PT RIFAN FINANCINDO | Sosialisasi Perdagangan Berjangka Harus Lebih Agresif: Masih Butuh Political Will Pemerintah
  • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi
  • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu
  • RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan
  • PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor
  • RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi
  • RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi
  • RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai
  • PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB
  • PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan
  • RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras
  • PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya
  • PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun
  • PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop
  • PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK
  • RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat.
Pelemahan lain juga terjadi pada sub-indeks ekspektasi konsumen terhadap keuangan jangka pendek yang merosot -8 persen. Sementara itu, sub-indeks current condition (kondisi saat ini) sedikit meningkat dengan kenaikan 3 persen menjadi 85.7. Namun, level itu sejatinya tetap berada di kisaran rendah.
Secara garis besar, penurunan pada sentimen konsumen Australia bulan Juli mengundang keprihatinan pelaku pasar. Pasalnya, peluang pemotongan suku bunga RBA dan rencana pemerintah Federal Australia untuk melakukan pemotongan pajak seolah belum cukup kuat untuk menopang kepercayaan konsumen yang terus melemah dalam beberapa bulan terakhir.
Sentimen Konsumen Australia
Indeks kepercayaan konsumen atau Consumer Confidence Index (CCI) Australia adalah indeks yang dibuat dari hasil survei terhadap 1200 konsumen, untuk mengukur sentimen mengenai kondisi perekonomian Australia, kondisi tenaga kerja, dan iklim bisnis di waktu mendatang.

AUD/USD Semakin Tertekan

Data kepercayaan konsumen yang memburuk langsung membuat pergerakan dolar Australia versus Dolar AS kian melemah. Pada saat berita ini ditulis, pair AUD/USD diperdagangkan di kisaran 0.6921, melanjutkan kemerosotan tajam dari sesi perdagangan hari Selasa kemarin (09/Juli).
Kepercayaan Konsumen Australia Turun,
Sebelumnya, Dolar Australia melemah pasca indeks keyakinan bisnis rilisan NAB yang merosot dari 7 menjadi 2 pada bulan Juni 2018. Hal ini semakin menggarisbawahi kondisi domestik Australia yang tak terlalu menjanjikan, sehingga memperkuat prospek pemangkasan suku bunga RBA lebih lanjut. ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : Rifanfinancindo

Sumber : seputarforex

Wednesday, July 10, 2019

Rifan Financindo | CPI China Bulan Juni Stagnan, Inflasi Produsen Melemah

Rifan Financindo  -   Departemen Statistik China pada hari Rabu (10/Juli) merilis data Consumer Price Index (CPI) atau Inflasi Konsumen bulan Juni yang tumbuh 2.7 persen dalam basis tahunan, sesuai dengan ekspektasi ekonom dan tidak berubah dari data periode sebelumnya. Secara bulanan, CPI turun -0.1 persen di bulan Juni, sesuai dengan ekspektasi dan lebih rendah dari level 0.0 persen pada bulan Mei.
CPI China Bulan Juni Stagnan, Inflasi
Secara keseluruhan, trend Inflasi Konsumen China belum mampu beranjak dari teritori negatif. Terlebih lagi, tingkat Inflasi Konsumen Inti (Core CPI) yang tidak memasukkkan kategori makanan malah menyentuh rekor terlemah sejak September 2016. Data Inflasi yang cukup mengecewakan ini akan menekan pemerintah China untuk kembali melakukan intervensi, seperti mengucurkan stimulus masif untuk menopang perekonomian yang dinilai lesu di sepanjang kuartal kedua tahun ini.
 Baca Juga :

  • PT RIFAN FINANCINDO | Sosialisasi Perdagangan Berjangka Harus Lebih Agresif: Masih Butuh Political Will Pemerintah
  • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi
  • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu
  • RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan
  • PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor
  • RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi
  • RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi
  • RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai
  • PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB
  • PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan
  • RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras
  • PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya
  • PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun
  • PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop
  • PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK
  • RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat.

Inflasi Produsen Melemah, Deflasi Mengancam

Dirilis bersamaan dengan data CPI, tingkat Inflasi Produsen China juga menunjukkan penurunan. Dalam basis tahunan, data yang juga disebut sebagai Producer Price Index (PPI) itu berada di level 0.0 persen, lebih buruk dibandingkan ekspektasi kenaikan 0.2 persen, dan jauh lebih rendah dari level periode Mei di 0.6 persen.
CPI China Bulan Juni Stagnan, Inflasi
Pertumbuhan PPI China kali ini sekaligus menorehkan rekor terburuk sejak Agustus 2016 lalu. Kemerosotan sub-indeks Barang Produsen yang melemah -0.3 persen dan harga bahan baku yang turun -2.1 persen, menjadi faktor utama pendorong inflasi di tingkat produsen bulan lalu.
Menurut jurnalis Bloomberg, perlambatan PPI China yang berkelanjutan memicu kekhawatiran terhadap potensi terjadinya deflasi. Jika skenario ini terjadi, maka akan mengancam laba perusahaan dan berimbas langsung pada kondisi ekonomi makro. Dalam jangka panjang, inflasi rendah di China tentu akan berimbas pada prospek inflasi global.
"Ke depan, efek dasar (kenaikan harga daging) yang menyokong CPI akan berkurang dan berdampak langsung pada tingkat inflasi utama China. Secara keseluruhan, baik CPI maupun PPI China tidak bergairah," kata Eva Yi, ekonom China International Capital Corp dalam sebuah catatan.

 ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )


Sumber : seputarforex