Wednesday, October 27, 2021

PT Rifan | Itama Ranoraya Raup Pendapatan Rp 1 Triliun hingga September 2021

 


PT Rifan - Liputan6.com, Jakarta  PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) emiten yang bergerak di bidang peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi (HiTech Healthcare Solutions) membukukan pendapatan sepanjang periode Januari-September 2021 Rp1,09 triliun.

Realisasi pendapatan itu tumbuh 671,1 persen  dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp141,1 miliar. Kenaikan pendapatan tersebut membuat perolehan laba bersih ikut meningkat signifikan.

Bahkan laba bersih naik lebih tinggi sebesar 840,7 persen menjadi Rp 84,9 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp9,03 miliar.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), beban pokok pendapatan perseroan naik dari Rp 115,87 miliar hingga September 2020 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 898,27 miliar. Demikian mengutip dari keterangan tertulis perseroan, ditulis Rabu (27/10/2021).

Laba kotor perseroan melonjak menjadi Rp 188,06 miliar selama sembilan bulan pertama 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 25,18 miliar. Beban operasional naik menjadi Rp 71,56 miliar hingga September 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 13,82 miliar.

Dengan demikian, laba operasi naik 925,87 persen menjadi Rp 116,50 miliar hingga 30 September 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 11,35 miliar.

Baca Juga :

Dari neraca perusahaan, nilai ekuitas sembilan bulan pertama 2021 juga mengalami kenaikan signifikan menjadi Rp508,1 miliar atau naik 84,7 persen dari posisi ekuitas hingga semester I 2021.

Kenaikan tersebut berasal dari realisasi penjualan saham treasury kepada PT  Global Dinamika Kencana yang merupakan transaksi awal (uang muka) untuk akuisisi 51 persen PT Oneject Indonesia.

Sementara liabilitas perseroan mengalami penurunan sebesar 44,3 persen dari Rp699,9 miliar pada semester I 2021 menjadi Rp389,7 miliar hingga September 2021. Penurunan terbesar berasal dari penurunan utang dagang seiring dengan tingginya realisasi penjualan di kuartal III.

Kenaikan ekuitas yang disertai dengan turunnya liabilitas membuat rasio hutang terhadap modal perseroan pun turun di bawah 1x menjadi 0,8x dari posisi sebelumnya di 6M2021 sebesar 2,5x  atau posisi FY2020 sebesar 1,2x.

Sementara itu untuk rasio utang berbunga terhadap modal (Interest Bearing Debt) perseroan berada pada level yang sangat rendah di bawah 0,1x.

Secara kuartalan (QoQ) kinerja kuartal III 2021 Itama Ranorayajuga meningkat dibandingkan dua kuartal sebelumnya. Pendapatan yang diraih perseroan pada kuartal III 2021 (Juli – September) sebesar Rp521,2 miliar mengalami peningkatan sebesar 54,6 persen dibandingkan pendapatan pada kuartal II 2021 sebesar Rp337,0 miliar.

Direktur Keuangan PT Itama Ranoraya Tbk Pratoto Setno Raharjo menuturkan, performa pendapatan dan laba pada kuartal III 2021 di atas performa kuartal sebelumnya pada kuartal I dan kuartal II.

Begitu juga untuk performa neraca keuangan perseroan, terkhusus kenaikan signifikan pada ekuitas perseroan pasca penjualan saham treasury.

“Per 30 September 2021, ekuitas kami mengalami peningkatan signifikan dan disaat yang sama nilai utang kami turun signifikan, hal ini membuat posisi neraca kami semakin kuat,” ujar dia.

Ia menambahkan, rasio utang terhadap ekuitas sebesar 0,8x, bahkan untuk rasio utang berbunga terhadap ekuitas berada pada level yang sangat rendah dibawah 0,1x. Rasio utang akan kembali turun di akhir tahun seiring dengan realisasi penjualan di kuartal keempat 2021.

"Artinya kami memiliki struktur permodalan yang sangat solid dengan kemampuan leverage yang besar,” tutur Pratoto.  

Realisasi performa pada kuartal III 2021, membuat perseroan semakin optimis untuk bisa kembali meraih targetnya di tahun ini. Perseroan menargetkan pendapatan dan laba bersih pada 2021 tumbuh pada kisaran 80 persen-100 persen.

"Insya Allah kami optimis dapat merealisasikan target pendapatan dan laba bersih kami untuk FY2021,” ujar dia.

Ia menambahkan, hal lain yang juga sangat penting pada 2021 menyelesaikan transaksi tahap pertama untuk proses akuisisi PT Oneject Indonesia, sebagai bagian komitmen terhadap rencana transformasi bisnis.

“Performa pertumbuhan yang tinggi, kondisi neraca yang sangat kuat dan realisasi dari akuisisi PT Oneject Indonesia di tahun depan, membuat kami semakin optimis untuk performa kami di tahun depan dan tahun-tahun berikutnya,” kata Pratoto.  ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : PT Rifan

Sumber : liputan6.com

PT Rifan Financindo, Rifanfinancindo, Rifan Financindo  PT Rifan   

Tuesday, October 26, 2021

PT Rifanfinancindo | IHSG Bertahan di Zona Hijau, Investor Asing Beli Saham BBCA hingga ASII


PT Rifan Financindo - Liputan6.com, Jakarta Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau hingga penutupan sesi pertama perdagangan Selasa (26/10/2021). Investor asing masih melakukan aksi beli saham.

Pada penutupan sesi pertama, IHSG naik 0,57 persen ke posisi 6.663,73. IHSG berada di level tertinggi 6.680,11 dan terendah 6.638,02. Indeks LQ45 menguat 0,49 persen ke posisi 966,01. Seluruh indeks acuan kompak menghijau.

Sebanyak 264 saham naik sehingga angkat IHSG. 222 saham melemah dan 165 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 872.765 kali dengan volume perdagangan 13,5 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 7 triliun. Investor asing beli saham Rp 381,08 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.171.

Secara sektor saham, sebagian besar sektor menguat. Indeks sektor saham IDXhealth melonjak 1,92 persen, dan bukukan penguatan terbesar.

Baca Juga :

Diikuti indeks sektor saham IDXenergy menguat 1,43 persen dan IDXindustry menanjak 1,23 persen. Sementara itu, indeks sektor saham IDXinfrastruktur melemah 0,06 persen dan IDXsiklikal susut 0,05 persen.

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham SKBM menguat 25 persen

-Saham GGRP menguat 18,18 persen

-Saham CBMF menguat 16,67 persen

-Saham MBTO menguat 16,41 persen

-Saham MCOL menguat 13,11 persen

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham TRIS turun 6,99 persen

-Saham IBST turun 6,96 persen

-Saham GPSO turun 6,94 persen

-Saham ROCK turun 6,94 persen

-Saham BNBA turun 6,88 persen

Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain:

-Saham BBCA senilai Rp 120,8 miliar

-Saham BBRI senilai Rp 82,4 miliar

-Saham KLBF senilai Rp 44 miliar

-Saham PGAS senilai Rp 30,7 miliar

-Saham ASII senilai Rp 25,7 miliar

Saham-saham yang dijual investor asing antara lain:

-Saham EMTK senilai Rp 12,4 miliar

-Saham EXCL senilai Rp 11,9 miliar

-Saham INDY senilai Rp 11,1 miliar

-Saham SMGR senilai Rp 10,2 miliar

-Saham ITMG senilai Rp 7,9 miliar

Bursa saham Asia cenderung menguat. Indeks Hang Seng turun 0,35 persen, indeks Thailand susut 0,03 persen, indeks Shanghai melemah 0,24 persen dan indeks Singapura tergelincir 0,04 persen.

Sementara itu, indeks Korea Selatan Kospi menguat 0,83 persen, indeks Jepang Nikkei bertambah 1,91 persen dan indeks Taiwan melambung 0,63 persen.( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Monday, October 25, 2021

PT Rifanfinancindo | Cermati Rekomendasi Teknikal Saham UNTR hingga ADHI


 PT Rifan Financindo - Liputan6.com, Jakarta  Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rawan koreksi pada perdagangan saham Senin (25/10/2021).

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, selama IHSG belum mampu break resistance di 6.687, diperkirakan posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (iv). Dengan demikian, IHSG masih rawan koreksi ke rentang 6.457-6.545.

"IHSG akan bergerak di kisaran 6.573,6.451 dan resistance 6.680,6.690,” ujar dia.

Untuk saham pilihan, Herditya memilih saham PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), PT Indah Kiat Pulp and Papers Tbk (INKP), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

Untuk rekomendasi teknikalnya antara lain:

1.PT United Tractors Tbk (UNTR) Buy on Weakness (23.700)

Menutup perdagangan saham UNTR ditutup terkoreksi 4 persen ke level 23.700.

"Kami perkirakan, posisi saham UNTR saat ini sudah berada di akhir wave [c] dari wave 4. Hal ini berarti, meskipun terkoreksi tetapi kami perkirakan sudah relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali,” ujar dia.

Buy on Weakness: 23.000-23.700

Target Price: 25.000, 26.000

Stoploss: below 21.950

2.PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) - Spec Buy (163)

WSBP ditutup flat ke level 163 pada perdagangan Jumat, 22 Oktober 2021 dan tertahan oleh moving average (MA)20-nya.

“Kami memperkirakan, saat ini posisi saham WSBP sudah berada di akhir wave [iv] dari wave 3 sehingga koreksi WSBP diperkirakan sudah relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali,” ujar dia.

Spec Buy: 152-163

Target Price: 171, 180

Stoploss: below 151

 Baca Juga :


3. PT Indah Kiat Pulp and Papers Tbk (INKP) - Buy on Weakness (8.575)

Pada perdagangan Jumat, 22 Oktober 2021, saham INKP ditutup terkoreksi 1,2 persen ke level 8.575 dan koreksinya tertahan oleh MA20-nya.

“Kami perkirakan, posisi saham INKP sedang berada di wave 2 dari wave (3), sehingga INKP masih dapat terkoreksi terlebih dahulu. Manfaatkan koreksi tersebut untuk BoW,” ujar dia.

Buy on Weakness: 7.800-8.500

Target Price: 9.275, 11.000

Stoploss: below 6.800

4.PT Adhi Karya Tbk (ADHI) - Buy on Weakness (1.155)

Saham ADHI ditutup menguat 4,1 persen ke level 1.155 pada perdagangan Jumat, 22 Oktober 2021.

“Kami perkirakan, saat ini posisi ADHI masih berada di akhir wave 4 dari wave (3), sehingga pergerakan ADHI akan terkoreksi terlebih dahulu. Manfaatkan koreksi tersebut untuk BoW,” kata dia.

Buy on Weakness: 1.025-1.125

Target Price: 1.220, 1.350

Stoploss: below 905

( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Friday, October 22, 2021

PT Rifan Financindo Berjangka | IHSG Berbalik Arah Menghijau, Investor Asing Buru Saham BBCA hingga UNTR

 

PT Rifan Financindo Berjangka - Liputan6.com, Jakarta  Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) fluktuaktif pada perdagangan Jumat pagi (22/10/2021). Sempat dibuka di zona merah, IHSG berbalik arah ke zona hijau didukung aksi beli investor asing.

Pada pra pembukaan perdagangan, IHSG turun 12,32 poin ke posisi 6.620,65. IHSG berada di level tertinggi 6.648,38 dan terendah 6.585,55. Sebanyak 261 saham melemah sehingga menekan IHSG. 193 saham menguat dan 178 saham diam di tempat.

Total frekuengsi perdagangan 477.181 kali dengan volume perdagangan 8,8 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 5,8 triliun. Investor asing beli saham Rp 350,11 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.143.

Sebagian besar sektor saham tertekan. Indeks sektor saham IDXenergy susut 1,79 persen, dan bukukan penurunan terbesar. Diikuti IDXHealth melemah 1,47 persen dan IDXNonsiklikal susut 1,36 persen.

Sementara itu, IDXInfrastruktur menanjak 1,31 persen, diikuti IDXtechno naik 0,69 persen dan IDXFinance melambung 0,52 persen.

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham PGLI naik 30,30 persen

-Saham SAFE naik 25 persen

-Saham HDIT naik 22,73 persen

-Saham IBST naik 19,73 persen

-Saham CASS naik 17 persen

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham ROCK turun 6,96 persen

-Saham GSMF turun 6,90 persen

-Saham POLU turun 6,90 persen

-Saham PTIS turun 6,80 persen

-Saham INDY turun 6,78 persen

Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain:

-Saham BBCA senilai Rp 106,2 miliar

-Saham BBRI senilai Rp 46,4 miliar

-Saham ADRO senilai Rp 45,9 miliar

-Saham ITMG senilai Rp 24,6 miliar

-Saham UNTR senilai Rp 21,5 miliar

Saham-saham yang dijual investor asing antara lain:

-Saham UNVR senilai Rp 16,6 miliar

-Saham TOWR senilai Rp 16 miliar

-Saham EMTK senilai Rp 10,4 miliar

-Saham SMGR senilai Rp 9,9 miliar

-Saham MIKA senilai Rp 6,4 miliar

Bursa saham Asia sebagian besar menguat. Indeks Hang Seng naik 0,40 persen, indeks Korea Selatan Kospi menanjak 0,03 persen, indeks Jepang Nikkei menguat 0,64 persen, dan indeks Singapura bertambah 0,39 persen. Sementara itu, indeks Shanghai turun 0,38 persen dan indeks Taiwan turun 0,32 persen.

Baca Juga :

Mengutip laporan Ashmore Asset Management Indonesia, IHSG turun ke posisi 6.632. IHSG melemah seiring turunnya sektor energi. Harga batu bara berjangka turun 3,5 persen karena Reuters melaporkan NDRC sedang mencari cara untuk intervensi harga batu bara dan menurunkannya ke kisaran lebih masuk akal.

Sementara itu, saham BBHI melonjak 25 persen setelah merencanakan rights issue Rp 4,8 triliun. Di sisi lain Unilever Indonesia juga merilis kinerja keuangan kuartal III 2021.( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : PT Rifan Financindo Berjangka

Sumber : liputan6.com


 PT Rifan FinancindoRifanfinancindoRifan Financindo  PT Rifan