Wednesday, May 28, 2014

PRE OPENING: IHSG DIPERKIRAKAN BERGERAK MIXED, CENDERUNG MELEMAH

shadow
Financeroll - Diperkirakan IHSG diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks konsolidasi dan bergerak mixed to down. Indeks tertahan dan tidak berhasil breakout di Fibo 50%. kenaikan harga semakin terbatas. Hari ini indeks masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Indeks akan bergerak di kisaran support 4.954 dan resistance 4.979.  Untuk sejumlah saham yang dapat direkomendasikan, antara lain: TLKM, SMCB, ADRO, BMRI, PGAS, dan  INCO.
Pada perdagangan Rabu (26/5) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4953-4957 dan resisten 4972-4988. Black marubozu di atas middle bollinger band (MBB). MACD kembali mendatar dengan histogram positif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R tertahan kenaikannya. IHSG sempat masuk dalam target support (4943-4964) dan juga sempat masuk target resisten (4978-4987) meski akhirnya berakhir di kisaran target support tersebut.
Adanya beberapa hari libur dalam pekan ini, tampaknya membuat laju IHSG kurang bersemangat. Pelaku pasar pun cenderung mengurangi aktivitas transaksi bahkan tak jarang memanfaatkan kenaikan sebelumnya untuk ambi untung. Akibatnya laju IHSG pun lebih banyak cenderung berada di zona merah meskipun di awal sesi sempat bergerak menguat. Apalagi dengan masih melemahnya nilai tukar rupiah membawa imbas negatif  bagi laju IHSG sehingga variatif cenderung menguatnya laju bursa saham Asia belum mampu mengimbangi pelemahan tersebut.
Dari dalam negeri, IHSG  diperkirakan masih minim transaksi, menyusul banyaknya hari libur di pekan ini. Di sisi lain, pemerintah akan memangkas anggaran Kementerian dan Lembaga (K/L), termasuk Kementerian Pekerjaan Umum (PU), yang kedepannya berpotensi menghambat proyek-proyek infrastruktur tahun ini.
Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4986,09 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4961,43 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4973,06. Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan net sell.
Aksi profit taking mengganggu kenaikan IHSG sehingga mengurangi peluang untuk kembali rebound. IHSG pun berpeluang kembali melanjutkan pelemahan namun, diharapkan dapat terbatas sehingga tidak membuka potensi tren penurunan jangka pendek.
IHSG pada perdagangan Senin 26 Mei 2014 ditutup melemah 0,18% pada level 4963, setelah sempat menguat pada awal sesi. Sektor properti dan konstruksi serta sektor keuangan menjadi kontributor utama pelemahan indeks. Investor asing melakukan net buy Rp 62,7 miliar. Bursa Wall Street pada hari Senin libur Memorial Day.
Pasar saham AS ditutup menguat, seiring dengan isu merger dan pengurangan suku bunga acuan oleh bank sentral Eropa. Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar +0,42% dan S&P500 sebesar +0,60%. Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh data ekonomi Tiongkok.
Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan Selasa ditutup menguat yang dipicu oleh berita aktivitas akuisisi emiten, data durable orders yang lebih baik dari estimasi, serta sentimen positif dari potensi penurunan suku bunga oleh ECB. Data durable orders AS bulan April kembali mengalami kenaikan selama tiga bulan berturut-turut. Data durable orders bulan April naik 0,8%, setelah bulan sebelumnya tumbuh 3,6% dan lebih baik dari estimasi yang sebesar 0,7%.
Sementara data consumer confidence bulan Mei naik pada level 83 dari bulan sebelumnya 81,7. Indeks harga rumah 20 kota besar di AS bulan Maret naik 12,4%, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 12,9%. Semen tara itu pada hari Senin, ECB mengindikasikan akan melakukan kebijakan penurunan suku bunga pada pekan depan untuk melawan inflasi yang rendah dan pinjaman yang lemah, serta tetap mempertahankan program pembelian aset.
Selain itu, koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 sebesar -0,01%, sementara indeks KOSPI Composite di Korea Selatan menguat +0,36%. Sedangkan harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terkoreksi. Harga minyak mentah WTI turun -0,25% ke level USD 96,11 per barel. Sementara harga emas Comex terkoreksi -0,26% ke posisi USD 1.262,20 per troy ounce.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/pre-opening-ihsg-diperkirakan-bergerak-mixed-cenderung-melemah-10/

0 comments:

Post a Comment