Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi masih akan naik setelah lebaran dan menjelang rilis data Badan Pusat Statistik (BPS). Meski inflasi diperkirakan tidak tinggi, Indonesia tetap harus mewaspadai neraca perdagangan yang akan defisit. Sebab pada Ramadhan dan menjelang lebaran laju impor meningkat.
Untuk defisit perdagangan dan neraca transaksi berjalan, memang perlu diwaspadai. BPS melaporkan, inflasi pada bulan Juni 2014 mencapai 0,43%. Inflasi Juni lebih tinggi dari Mei 2014 yang sebesar 0,16%.
Pasca pengumuman presiden terpilih oleh KPU lalu, laju IHSG dinilai konsolidatif. Akan tetapi, indeks masih berada dalam tren naik. Pada penutupan perdagangan Juli, Jumat (25/7), IHSG ditutup melemah 9,839 poin (0,193%) ke posisi 5.088,802. Intraday terendah 5.060,043 dan tertinggi 5.110. Nilai transaksi mencapai Rp 5,04 triliun. Investorasing mencatatkan pembelian saham senilai Rp 2,5 trliun dan penjualan saham senilai Rp 2,3 triliun. Alhasil, asing masih mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp 160,6 miliar.
Tercatat IHSG bergerak konsolidatif selama beberapa waktu pascapengumuman hasil rekapitulasi KPU. Secara makro, kondisi perekonomian diprediksi dia, masih akan stabil. Kewaspadaan terhadap current account harus mulai ditingkatkan. Sebab, hal tersebut bisa menjadi pemicu terhadap tekanan IHSG dalam beberapa waktu ke depan. Sedangkan untuk jangka menengah, IHSG masih berada dalam jalur uptrend. Oleh karena itu, kondisi sertatime frame investasi harus disesuaikan dengan kondisi timeframe investasi masing masing investor.
Sumber : http://financeroll.co.id/news/usai-libur-lebaran-ihsg-diperkirakan-naik/














0 comments:
Post a Comment