
Rifan Financindo Berjangka - Laju IHSG Senin (15/12) diprediksi berada pada rentang support 5.138-5.152 dan resisten 5.172-5.183. Indeks berpeluang membentuk pola three white soldier bertahan di area middle bollinger band (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih bergerak datar tipis mencoba bertahan dari death gross dengan histogram positif yang lebih pendek. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R kembali mencoba berbalik naik. Laju IHSG sempat melampaui target resisten (5.162-5.172) meski tidak bertahan lama dan mampu terjaga di atas target support (5.135-5.142).
Pergerakan IHSG tidak jauh berbeda dengan sebelumnya di mana terlihat masih berupaya bergerak naik namun, tertahan dengan adanya aksi jual. Meski berpeluang melanjutkan kenaikan namun, tidak didukung olah sentimen yang ada di mana rupiah terdepresiasi dan pelemahan bursa saham global. Untuk itu, perlu juga waspada akan terjadinya pelemahan lanjutan seiring masih adanya potensi profit taking.
Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Astra Internasional (ASII) dalam kisaran Rp 7.050-7.350. Tweezers bottom bertahan di atas Middle Bollinger Band (MBB). Stochastic bergerak naik diikuti peningkatan volume beli. Trading buy selama berada di atas Rp 7.125. Saham PT Summarecon Agung (SMRA) dalam kisaran Rp 1.520-1.635. Hanging man mendekati upper bollinger band (UBB). Volume beli naik seiring kenaikan parabollic SAR. Trading buy selama berada di atas Rp 1.585. Saham PT Jasa Marga (JSMR) dalam kisaran Rp 6.800-7.150. Inverted hammer menuju Middle Bollinger Band (MBB). MFI bergerak turun diikuti penurunan RoC. Trading sell jika Rp 6.850 gagal bertahan.
Kemudian saham PT Bank Mandiri (BMRI) dalam kisaran Rp 10.650-10.950. Shooting star di bawah UBB. MFI bergerak naik diikuti kenaikan mass index. Trading buy selama berada di atas Rp 10.700. Saham PT Bank Mandiri (BMRI) dalam kisaran Rp 10.650-10.950. Shooting star di bawah UBB. MFI bergerak naik diikuti kenaikan mass index. Trading buy selama berada di atas Rp 10.700. Saham PT Sentul City (BKSL) dalam kisaran Rp 109-118. Tweezers bottom bertahan di atas Middle Bollinger Band (MBB). Volatility bergerak turun diiringi penurunan momentum. Buy on weakness jika di bawah Rp 111. Saham PT Multipolar (MLPL) dalam kisaran Rp 870-925. Spinning di bawah Middle Bollinger Band (MBB). Momentum & RoC bergerak naik. Trading buy selama berada di atas Rp 885.
Pada perdagangan Jumat (12/12), IHSG ditutup menguat 7,7 poin (0,15%) ke posisi Rp5.160,433. Penguatan tersebut jauh lebih rendah dari level tertingginya 5.178,515 atau menguat 25,820 poin dengan level terendah 5.150,585 atau turun 2,110 poin.
Positifnya laju bursa saham AS mampu memberikan imbas positf bagi laju bursa saham Asia, tak terkecuali IHSG yang mampu kembali berada di zona positif. Penguatan beberapa saham-saham otomotif cukup mampu mempertahankan IHSG di zona hijau yang dibarengi dengan penguatan pada saham-saham manufaktur.
Di awal perdagangan, laju IHSG masih terlihat menguat meski sempat melemah jelang akhir sesi 1. Di sesi kedua, laju IHSG mendapat dorongan beli hingga mendekati level 5.170-an. Akan tetapi, seperti biasa, setiap kali ada kenaikan selalu dimanfaatkan pelaku pasar untuk ambil untung dan membuat IHSG kembali akan bergerak turun. Laju IHSG setelah menyentuh level tertingginya di 5.170-an terlihat kurang dapat bertahan hingga kembali terperosok. Meski demikian, penurunan yang terjadi masih dapat berakhir lebih tinggi dari sebelumnya. Adapun transaksi asing tercatat nett buy (dari net sell Rp -512,11 miliar menjadi net buy Rp 42,38 miliar)
Sumber : http://financeroll.co.id/news/ihsg-diperkirakan-naik-tipis-sejumlah-saham-layak-dipertimbangkan-3/














0 comments:
Post a Comment