PT Rifan Financindo Pekanbaru - Perekonomian AS secara tidak terduga mempertahankan laju pertumbuhan yang cepat pada kuartal ketiga 2017 karena didukung oleh peningkatan persediaan investasi dan defisit neraca perdagangan yang kecil mampu mengimbangi perlambatan pengeluaran konsumen akibat badai bulan September lalu.

The Commerce Departement merilis data GDP AS periode Juli – September (Preliminer) yang meningkat sebesar 3.0 persen pada tingkat tahunan, setelah tumbuh 3.1 persen pada kuartal kedua. Forecast ekonom dalam polling Reuters sebelumnya memprediksi ekonomi AS akan tumbuh 2.6 persen pada kuartal ketiga.
Departemen terkait mengatakan bahwa tidak mungkin untuk memprakirakan keseluruhan dampak Badai terhadap laporan GDP First Release malam ini. Namun kerugian akibat badai diprediksi mencapai $121 Milyar pada aset pribadi dan kerugian $10.4 Milyar pada aset tetap yang dimiliki pemerintah AS.
Ekonomi AS Membaik, Disokong Sektor Bisnis Dan Investasi
Dampak badai Harvey dan Irma yang menerjang sebagian kawasan AS bulan September lalu tampaknya tidak begitu berpengaruh terhadap ekonomi Negeri Paman Sam. Consumer Spending yang menurun disebabkan oleh badai mampu diimbangi oleh apiknya sektor Binis dan Investasi.
Sektor Bisnis mengumpulkan inventories sebesar $35.8 Milyar selama kuartal ketiga untuk mengantisipasi melonjaknya permintaan. Alhasil bisnis/ investasi memberikan kontribusi 0.73 persen terhadap pertumbuhan GDP kuartal ketiga, setelah hanya menambah 0.1 persen pada kuartal sebelumnya.
Selain itu apiknya data GDP kuartal ketiga juga didukung oleh defisit neraca perdagangan AS yang menyusut. Ekspor meningkat 2.3 persen, sementara itu Impor turun 0.8 persen dimana menyumbang kenaikan 0.41 persen GDP periode Juli – September.
Rally Greenback Kian Melaju
Pasca rilis data GDP First Release kuartal ketiga 2017, performa mata uang Dollar AS yang pada sesi perdagangan sebelumnya telah menguat terhadap major currency, kian tidak terbendung. Dominasi Greenback begitu terlihat pada pair EUR/USD setelah ECB memutuskan untuk tetap melanjutkan program stimulus dan akan memulai Tapering mulai Januari 2018.
Sementara itu, Greenback juga menguat terhadap Sterling dan Franc Swiss. Secara keseluruhan Greenback menguat cukup signifikan versus major currency, hal itu tampak dari Index Dollar (DXY) pada pukul 21:01 WIB berada di level 95.05 atau naik 0.46 persen. ( Mbs-rifan financindo berjangka )
Lihat : PT Rifan Financindo
Sumber : seputarforex
Baca Juga Di :
- Pialang Berjangka PT Rifan Bidik 200 Investor Baru di Semarang | PT Rifan Financindo
- Penipuan Berkedok Perdagangan Berjangka Komoditi Marak di Indonesia | Rifan Financindo
- Industri PBK Tumbuh di Tengah Rendahnya Pemahaman Masyarakat | Rifanfinancindo
- Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan | PT. Rifan Financindo
- Waspada Investasi Bodong, Ada Baiknya Anda Mengenal Lebih Baik Perdagangan Berjangka | Rifan Financindo Berjangka
- Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pemko Medan Terima Sumbangan | PT Rifan Financindo Berjangka
- Rifan Financindo Targetkan 200 Nasabah Baru | Rifan Financindo Pekanbaru
- Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi | Rifanfinancindo Pekanbaru
- Perdagangan Bursa Berjangka Menjanjikan Imbal Hasil Besar dan Resiko Besar | PT Rifan Financindo Pekanbaru
- Investasi Perdagangan Berjangka di Indonesia Timur Belum Tergarap | Rifan Pekanbaru
- Kenapa Investasi Bodong Menjamur dan Makan Banyak Korban? | PT Rifan
- Kepercayaan Masyarakat terhadap Perdagangan Berjangka Komoditi Masih Tinggi | PT.Rifan
- RFB Dorong Edukasi Perdagangan Berjangka Komoditi | PT Rifan Pekanbaru
- Marak Investasi Bodong, Masyarakat Diedukasi Perdagangan Berjangka Komoditi | PT RFB
- Rifan Jadi yang Pertama Sosialisasi di Medan | PT RFB Pekanbaru














0 comments:
Post a Comment