Monday, October 30, 2017

Preliminer GDP AS Kuartal Ketiga Tumbuh 3 Persen, Greenback Kian Melaju

PT Rifan Financindo Pekanbaru - Perekonomian AS secara tidak terduga mempertahankan laju pertumbuhan yang cepat pada kuartal ketiga 2017 karena didukung oleh peningkatan persediaan investasi dan defisit neraca perdagangan yang kecil mampu mengimbangi perlambatan pengeluaran konsumen akibat badai bulan September lalu.
Estimated GDP AS Kuartal Ketiga Tumbuh
The Commerce Departement merilis data GDP AS periode Juli – September (Preliminer) yang meningkat sebesar 3.0 persen pada tingkat tahunan, setelah tumbuh 3.1 persen pada kuartal kedua. Forecast ekonom dalam polling Reuters sebelumnya memprediksi ekonomi AS akan tumbuh 2.6 persen pada kuartal ketiga.
Departemen terkait mengatakan bahwa tidak mungkin untuk memprakirakan keseluruhan dampak Badai terhadap laporan GDP First Release malam ini. Namun kerugian akibat badai diprediksi mencapai $121 Milyar pada aset pribadi dan kerugian $10.4 Milyar pada aset tetap yang dimiliki pemerintah AS.

Ekonomi AS Membaik, Disokong Sektor Bisnis Dan Investasi
Dampak badai Harvey dan Irma yang menerjang sebagian kawasan AS bulan September lalu tampaknya tidak begitu berpengaruh terhadap ekonomi Negeri Paman Sam. Consumer Spending yang menurun disebabkan oleh badai mampu diimbangi oleh apiknya sektor Binis dan Investasi.
Sektor Bisnis mengumpulkan inventories sebesar $35.8 Milyar selama kuartal ketiga untuk mengantisipasi melonjaknya permintaan. Alhasil bisnis/ investasi memberikan kontribusi 0.73 persen terhadap pertumbuhan GDP kuartal ketiga, setelah hanya menambah 0.1 persen pada kuartal sebelumnya.
Selain itu apiknya data GDP kuartal ketiga juga didukung oleh defisit neraca perdagangan AS yang menyusut. Ekspor meningkat 2.3 persen, sementara itu Impor turun 0.8 persen dimana menyumbang kenaikan 0.41 persen GDP periode Juli – September.

Rally Greenback Kian Melaju
Pasca rilis data GDP First Release kuartal ketiga 2017, performa mata uang Dollar AS yang pada sesi perdagangan sebelumnya telah menguat terhadap major currency, kian tidak terbendung. Dominasi Greenback begitu terlihat pada pair EUR/USD setelah ECB memutuskan untuk tetap melanjutkan program stimulus dan akan memulai Tapering mulai Januari 2018.
Sementara itu, Greenback juga menguat terhadap Sterling dan Franc Swiss. Secara keseluruhan Greenback menguat cukup signifikan versus major currency, hal itu tampak dari Index Dollar (DXY) pada pukul 21:01 WIB berada di level 95.05 atau naik 0.46 persen.  ( Mbs-rifan financindo berjangka )

Lihat :  ​ PT Rifan Financindo 
Sumber : seputarforex

Baca Juga Di : 

0 comments:

Post a Comment