Friday, February 2, 2018

RIFAN FINANCINDO PEKANBARU | Minat Risiko Ekstrim, Inflasi Produsen Gagal Dukung Aussie

Rifan Financindo Pekanbaru - Pada awal sesi Asia hari Jumat pagi ini (2/Februari), Dolar Australia merosot terhadap Greenback di tengah antisipasi rilis data Nonfarm Payroll (NFP) Amerika Serikat nanti malam, meskipun data Inflasi Produsen (Producer Price Index/PPI) menunjukkan peningkatan lebih besar dibanding ekspektasi. Pasangan mata uang AUD/USD terpantau -0.37% ke 0.8008 saat berita ditulis, melanjutkan penurunan yang sudah berlangsung sejak 29 Januari lalu. Menurut analis, hal ini berhubungan dengan harga komoditas, Indeks Dolar AS, dan minat risiko pasar yang semuanya berada dalam kondisi ekstrim.

 Baca Juga : 
 
  • RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi
  • RIFAN  |  Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai
  • PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka 
  • PT. RIFAN  | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan
  • RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras
Dolar Australia

Antisipasi NFP AS Nanti Malam

Tadi pagi, Australian Bureau of Statistics (ABS) melaporkan bahwa Inflasi Produsen di negeri Kanguru mengalami peningkatan dengan laju 0.6% QoQ pada kuartal IV/2017, lebih tinggi dari perkiraan yang dipatok pada 0.2%. Dalam basis tahunan, PPI juga naik ke 1.7% YoY dari 1.6% YoY di periode sebelumnya, walau awalnya diperkirakan akan menurun ke 1.2%. 

Terlepas dari kabar gembira tersebut, AUD/USD tetap merosot. Sebagiannya disebabkan oleh antisipasi pasar menjelang rilis NFP dari Amerika Serikat nanti malam. Menurut survey Reuters, NFP diperkirakan meningkat ke 180,000 di bulan Januari 2018, lebih tinggi dari kenaikan 148,000 yang tercatat di bulan Desember. Indeks Dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatannya terhadap sebagian mata yang mayor, menggeliat 0.05% ke 88.70 hari Jumat ini, setelah sempat mencapai low di 88.56 pada hari Kamis.

 Baca Juga :
  • PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya
  • PT RIFANFINANCINDO  | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun
  • PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop
  • PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK
  • RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat

Penurunan Aussie Bisa Berlanjut?

Sejumlah pelaku pasar menilai pelemahan AUD/USD dalam beberapa hari terakhir semata koreksi, dan kelak akan bergerak lebih tinggi lagi. Namun, tim Strategi Forex dari ANZ Bank, salah satu bank terbesar di kawasan Antipodean, justru memperkirakan Dolar Australia terancam terus menurun. 

Ada beberapa faktor yang dikutip ANZ Bank, sebagaimana dikutip oleh Business Insider. pertama, AUD sekarang berada pada korelasi ekstrim dengan harga komoditas, beta (sentimen risiko pasar), dan DXY, yang mana semuanya mengarah pada penguatan AUD. Apabila korelasi menurun dan perkara suku bunga kembali menjadi bahan perbincangan, maka AUD kemungkinan menurun. 

Kedua, seandainya korelasi bertahan kuat, tim dari ANZ Bank memandang tetap ada risiko bagi harga komoditas untuk melandai, sentimen risiko untuk berkurang, serta bagi USD untuk kembali mencuat; karena semua faktor-faktor ini sekarang dalam kondisi ekstrim. ( Mbs-rifan financindo berjangka )


Lihat :  Rifan Financindo

Sumber : seputarforex

Baca Juga Di : 

0 comments:

Post a Comment