Tuesday, March 13, 2018

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Dolar Australia Naik Meski Dolar AS Menguat, Ini Alasannya

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA PEKANBARU - Dolar Australia naik terhadap Dolar AS di sesi perdagangan awal pekan (12/Mar) ini. Laporan data Ketenagakerjaan AS - utamanya Non Farm Payroll (NFP) - yang melebihi ekspektasi, rupanya tak berdampak banyak bagi Dolar Australia. Dolar Australia naik setelah munculnya kabar bahwa Donald Trump akan bertemu dengan Kim Jong Un.

dolar-australia



AUD/USD diperdagangkan pada angka 0.7868 saat berita ini ditulis, kian menjauhi level 0.7795 yang tercapai pada hari Jumat lalu.  Menurut analis BK Asset Management, Kathy Lien, laporan NFP AS memperkuat sinyal momentum positif dalam perekonomian AS. Akan tetapi, faktor yang memiliki pengaruh lebih besar bagi Dolar Australia adalah ketegangan antara AS dan Korea Utara. 

Baca juga: 
 
  • RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi
  • RIFAN  |  Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai
  • PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka 
  • PT. RIFAN  | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan
  • RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras
"Walaupun tingkat pengangguran sedikit naik dan rata-rata pertumbuhan pendapatan per jam AS melambat, hal terpenting yang ditunjukkan oleh data tersebut adalah bahwa data ekonomi AS cukup kuat untuk The Fed menaikkan suku bunganya bulan ini," kata Lien.

Analis lain, Ray Attrill dari National Australia Bank mengatakan, penguatan Dolar AS yang diakibatkan dari laporan ketenagakerjaan tersebut tidak akan berlangsung lama. Keraguan pasar akan outlook kebijakan moneter AS tak banyak membantu Dolar AS. Oleh sebab itu, aset-aset berisiko termasuk Dolar Australia, tetap mendulang kenaikan setelahnya.

"Kekhawatiran akan empat kali kenaikan suku bunga AS tahun ini, mulai memudar dengan kembalinya sentimen risiko, setidaknya untuk saat ini," kata Attrill. "Kondisi ini membalikkan kondisi Dolar Australia, dan membuatnya menjadi mata uang terkuat kedua pada hari Jumat lalu, serta menjadi mata uang G-10 terbaik dalam sepekan. Total penguatannya lebih dari 1 persen," demikian imbuhnya.

 Baca juga: 
 
  • PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya
  • PT RIFANFINANCINDO  | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun
  • PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop
  • PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK
  • RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat
Dolar Australia Harus Pertahankan Level 0.78

Kendati demikian, Westpac memprediksi bahwa dalam jangka yang lebih panjang, Dolar Australia masih menghadapi potensi pelemahan. Akhir tahun 2018, lembaga tersebut memproyeksi Dolar Australia akan jatuh akibat kenaikan suku bunga AS, karena selisihnya dari suku bunga Bank Sentral Australia (RBA) akan kian jauh.

Menurut Swan Callow dari Westpac, apabila harga komoditas Australia terus menurun, maka AUD/USD harus bertahan pada level 0.78 dalam satu minggu ke depan, apabila ingin mempertahankan penguatannya.  ( Mbs-rifan financindo berjangka )




Sumber : seputarforex

Baca Juga Di : 

0 comments:

Post a Comment