RIFAN FINANCINDO PEKANBARU - Capital Expenditure (Capex) sektor swasta Australia untuk kuartal pertama dilaporkan naik di bawah ekspektasi. Penyebabnya adalah lemahnya investasi di sektor pembangunan dan konstruksi. Menurut data ABS yang dirilis pada Kamis (31/Mei) pagi ini, Capex naik sebanyak 0.4 persen dalam Volume penyesuaian musiman. Menyusul rilis data tersebut, AUD/USD turun dari puncak kenaikan yang terbentuk sejak kemarin malam. Hasil Capex disinyalir bukan menjadi satu-satunya biang pelemahan Aussie, karena PMI Manufaktur China untuk sub industri baja dilaporkan melemah pagi ini.
Baca juga:
- PT.RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya
- PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun
- PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop
- PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK
- RFB || RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat
- rifan financindo || Banyak Masyarakat Belum Paham PBK
- PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA ||
- pt rifan financindo

Peningkatan Capex sebesar 0.4 persen rupanya tidak sesuai dengan ekspektasi kenaikan ke 1 persen, dan lebih rendah dari hasil rilis satu tahun lalu, yang memperlihatkan Capex Australia naik 3.7 persen. Selain itu, ada revisi untuk data Capex di kuartal sebelumnya. Penurunan 0.2 persen direvisi menjadi kenaikan sebanyak 0.2 persen.
Survei Capex mencakup sekitar 60 persen dari total investasi bisnis di Australia, tidak termasuk belanja dari industri-industri agrikultur, kesehatan, dan pendidikan. Ini artinya, survei Capex hanya menyediakan indikator parsial pada total investasi selama satu kuartal.

Investasi dalam sektor pabrikan, permesinan, dan perlengkapan melonjak sebanyak 2.5 persen. Karena memiliki input langsung pada laporan GDP Australia kuartal pertama, investasi di sektor-sektor tersebut diproyeksi akan menambah pertumbuhan ekonomi Australia selama kuartal tersebut. Akan tetapi, perlu dicatat bahwa investasi juga mengalami penurunan yang cukup signifikan di sektor lain. Seperti yang telah terindikasi dalam laporan Pekerjaan Konstruksi minggu lalu, ada penurunan 1.3 persen dalam Capex sektor pembangunan.
Baca juga:
- RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan
- PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor
- RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi
- RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi
- RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai
- PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB
- PT.RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan
- RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras
Belanja Konsumen Direvisi Turun
Dolar Australia Turun, Turut Ditekan Oleh PMI Manufaktur China
Menyusul laporan tersebut, AUD/USD menghentikan lonjakan yang terbentuk sejak kemarin malam, dengan diperdagangkan pada posisi 0.7555 saat berita ini ditulis. Pair tersebut turun dari puncak 0.7583. Sebagai informasi, kemarin malam AUD/USD naik pesat menghapus loss dari sesi-sesi sebelumnya sehubungan dengan perkembangan politik di Italia dan kenaikan harga komoditas. Data ekonomi AS yang mengecewakan juga membantu mendorong naik Dolar Australia karena turunnya Dolar AS.
Selain karena hasil survei Capex yang di bawah ekspektasi, laporan mengenai PMI Manufaktur China turut mendorong Dolar Australiia untuk bergerak ke bawah pagi ini. Walaupun indeks PMI Caixin Manufaktur China menunjukkan kenaikan yang lebih tinggi daripada ekspektasi, yakni di level 51.9 versus 51.4, indeks PMI untuk sub industri baja jeblok dari 51.7 ke 50.6. China merupakan negara tujuan ekspor bijih besi utama bagi Australia. Oleh sebab itu, penurunan dalam sub industri semacam ini sedikit banyak memengaruhi kekuatan Dolar Australia. ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )
Lihat : Rifan Financindo
Sumber : seputarforex
Baca juga :
- PT RIFAN FINANCINDO | Sosialisasi Perdagangan Berjangka Harus Lebih Agresif: Masih Butuh Political Will Pemerintah
- PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi
- PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA DBS TOWER | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu














0 comments:
Post a Comment