RIFAN FINANCINDO PEKANBARU - Dolar AS mencoba naik terhadap Yen dan Euro di hari Selasa (05/Jun) pagi ini, meninggalkan level rendah yang terbentuk kemarin malam. Kenaikan Dolar AS masih dibayangi oleh kekhawatiran pasar akan peringatan China kepada AS soal bea impor, tetapi ditopang oleh pertemuan FOMC pekan depan yang diprediksi akan menaikkan suku bunga AS.

Baca juga:
- PT.RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya
- PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun
- PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop
- PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK
- RFB || RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat
- rifan financindo || Banyak Masyarakat Belum Paham PBK
- PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA ||
- pt rifan financindo
USD/JPY Mulai Naik
Kantor berita resmi Xinhua pada hari Minggu lalu melaporkan bahwa pemerintah China tidak akan terima apabila AS tetap menerapkan sangsi perdagangan, termasuk menaikkan bea impor. Jika AS bersikeras memberlakukan kebijakan tersebut, maka China tak akan segan-segan membatalkan kesepakatan yang telah mereka capai dari negosiasi kedua negara pekan lalu.
Kabar tersebut menguatkan Yen sebagai safe haven dan menekan Dolar AS. Namun saat berita ini ditulis, Yen mulai mengendur terhadap Dolar AS, dengan USD/JPY yang diperdagangkan pada posisi 109.87, naik dari angka 109.76 yang tercapai di sesi sebelumnya.
EUR/USD Turun Puncak
Di sisi lain, Dolar AS tampak mulai menaklukkan Euro kembali. EUR/USD diperdagangkan flat pagi ini, setelah menyudahi penguatannya kemarin malam. EUR/USD berada pada posisi 1.1691, turun dari kisaran 1.1725.
Euro sempat mendapatkan penguatan sehubungan dengan proses pembentukan pemerintahan baru di Italia, yang mendapatkan apresiasi dari Jerman sebagai negara ekonomi terkuat di Zona Euro. Di samping itu, Kanselir Angela Merkel menyatakan dukungan atas dibentuknya European Monetary Fund yang digagas oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron, sebagai bank dan persatuan pasar modal. Namun, Merkel masih menolak ide mengenai mutualisasi utang.
Baca juga:
- RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan
- PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor
- RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi
- RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi
- RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai
- PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB
- PT.RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan
- RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras
Dolar AS Punya Peluang Menguat Di Pekan FOMC
Dari fenomena-fenomena tersebut, Kathy Lien menyimpulkan bahwa ia masih melihat peluang untuk Dolar AS menguat kembali walalupun dengan susah payah. Direktur BK Asset Management tersebut mempertimbangkan rapat FOMC sebagai penunjang penguatan Dolar.
"Kecuali ada hal yang benar-benar menantang Outlook, saya rasa investor akan tetap menahan Dolar mereka sampai rapat FOMC digelar," kata Lien kepada Reuters.
Para komite pembuat kebijakan moneter di bank sentral AS akan menggelar rapat kebijakan moneter pada minggu depan. Mereka diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga, mengingat data ketenagakerjaan AS baru-baru ini terangkum positif. Hal ini berpotensi menguatkan Dolar. ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )
Lihat : Rifan Financindo
Sumber : seputarforex
Baca juga :
- PT RIFAN FINANCINDO | Sosialisasi Perdagangan Berjangka Harus Lebih Agresif: Masih Butuh Political Will Pemerintah
- PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi
- PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA DBS TOWER | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu














0 comments:
Post a Comment