RIFAN FINANCINDO PEKANBARU - Poundsterling tampaknya masih harus berjuang untuk mempertahankan bullish yang terbentuk di akhir pekan lalu terhadap Dolar AS. Pasalnya, data PMI Manufaktur Markit/CIPS yang dirilis Senin (02/Juli) sore ini tak banyak memberi dorongan walaupun angkanya melebihi ekspektasi analis.

Baca juga:
- PT.RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya
- PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun
- PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop
- PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK
- RFB || RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat
- rifan financindo || Banyak Masyarakat Belum Paham PBK
- PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA ||
- pt rifan financindo
PMI Manufaktur Inggris Cerah
IHS Markit/CIPS melaporkan, PMI Manufaktur Inggris untuk bulan Juni berada pada level 54.4, melebihi ekspektasi 54.1. Angka di atas 50 mengindikasikan adanya ekspansi dalam sektor tersebut.

"Data Sektor (Manufaktur) mengindikasikan bahwa kenaikan masih cukup luas selama bulan Juni lalu. Output dan pesanan baru konsumen meningkat dalam laju sedang, begitu pula dengan barang-barang industri. Akan tetapi, tingkat ekspansi secara keseluruhan dalam Output manufaktur melambat, seiring dengan pertumbuhan arus masuk Order baru yang hanya meningkat sedang." demikian papar Markit.
Markit menambahkan bahwa meskipun peningkatan bisnis baru naik ke level tinggi tiga bulan, angka tersebut masih termasuk yang terlemah dalam satu setengah tahun terakhir.
Menurut Andrew Wishart, ekonom dari Capital Economics, data manufaktur kali ini dapat menyumbangkan kenaikan sebanyak 0.1 persen poin terhadap GDP Inggris kuartal kedua. Apabila terwujud, maka Bank Sentral Inggris (BoE) memiliki alasan untuk menaikkan suku bunga pada bulan Agustus mendatang.
Baca juga:
Poundsterling Malah Melorot
Menyusul laporan tersebut, performa Poundsterling justru tak menunjukkan penguatan. Hal ini karena ketidakpastian yang ditimbulkan oleh Brexit berdampak lebih besar ketimbang rilis data tersebut, juga membayangi harapan akan kenaikan suku bungaBoE.
GBP/USD menurun 0.4 persen ke angka 1.3155. EUR/GBP menunjukkan kenaikan tipis ke angka 0.8848, meskipun Euro juga sedang diterpa pelemahan sehubungan dengan perkembangan politik Jerman. Poundsterling tercatat sebagai mata uang berperforma terburuk ketiga di antara mata uang-mata uang negara G10 hari ini, setelah Rand Afrika Selatan dan Dolar New Zealand. ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )
Lihat : Rifanfinancindo
Sumber : seputarforex
Baca juga :
- PT RIFAN FINANCINDO | Sosialisasi Perdagangan Berjangka Harus Lebih Agresif: Masih Butuh Political Will Pemerintah
- PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi
- PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA DBS TOWER | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu














0 comments:
Post a Comment