Tempat yang dinamakan Tyson Ranch itu bisa menjual ganja sebesar US$ 360.000 atau setara dengan Rp 5,04 miliar (asumsi kurs Rp 14.000) dalam satu bulan.
Menurut cannabisdrinksexpo.com disebutkan perkebunan ini berada di bawah Tyson Holistic Holding yang didirikan pada 2016 lalu.
Tyson Ranch ini juga menyediakan hotel, spa, glamping dan lazy river terpanjang di dunia.
Baca Juga :
|
"Saya menjalani dua operasi dan menggunakan mariyuana untuk menenangkan saraf dan menghilangkan rasa sakit. Sebelumnya memang membuat mabuk dan kacau," kata dia dikutip dari cannabisdrinksexpo.com, Rabu (24/2/2021).
Tujuan Tyson membangun resor ini adalah untuk membantu orang agar berhenti kecanduan obat. Namun dia juga menyadari jika banyak orang yang melihat ganja dan produk turunannya sebagai hal yang buruk.
Dia mengatakan dalam memproses ganja dia benar-benar menggunakan standarisasi yang ketat, holistik dan futuristik. Dia tak hanya memberdayakan tetapi juga mempekerjakan para veteran di Tyson Ranch. Dia dan tim juga berinvestasi untuk pengembangan dan penelitian ganja ke depannya.
Tyson Ranch merupakan proyek besar yang bertujuan menjadi resor mariyuana papan atas. Setelah tak lagi bertanding, ganja menjadi pilihan Tyson untuk berwirausaha.
Menurut dia banyak orang yang menuduh Tyson membangun kerajaan ganja ini hanya demi mendapatkan uang. Namun dia menampik tuduhan tersebut dengan menjelaskan jika dia juga bermitra dengan petani lokal untuk membantu mereka, memasarkan dan menjual produk.( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )















0 comments:
Post a Comment