Rifan Financindo Pekanbaru - AUD/USD telah berangsur turun sebesar 0.21% di awal sesi Eropa hari ini (29/Januari). Menurut ahli investor di Aberdeen Standard Investments, James Athey, Aussie saat ini dianggap sedang bersiap-siap untuk berputar haluan menyusul naiknya tingkat suku bunga Fed sedangkan biaya pinjaman di Reserve Bank of Australia berada di rekor terendahnya.
Baca Juga :
- RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi
- RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai
- PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka
- PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan
- RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras

Cepat Atau Lambat Aussie Akan Kembali Ke Bawah
Mata uang Pasifik Selatan ini telah melakukan rally selama tujuh minggu berturut-turut. Rally yang panjang berlangsung selain karena lemahnya dolar AS, juga karena baiknya hasil berita-berita ekonomi negeri Kanguru ini. Selain itu, kenaikan harga komoditas pada umumnya atau biji besi khususnya telah mendorong tingkat ekspor Australia.
Athey menambahkan, "Untuk waktu dekat ini masih sangat sulit diputuskan. Tapi dalam jangka waktu menengah, Reserve Bank of Australia(RBA) kurang menyambut dengan baik dolar Australia yang terlalu kuat." RBA menganggap terlalu kuatnya nilai dolar Australia dapat mengganggu proses pencapaian target inflasinya.
Baca Juga :
Aussie sempat naik ke 0.8136 USD pada hari Jumat kemarin. Nilai ini merupakan nilai terkuat sejak Mei 2015. Namun, Simon Doyle, Head of Fixed Income and Multi-Asset di Schroder mengatakan, naiknya Aussie ke atas 0.80 ini utamanya disebabkan oleh melemahnya dolar AS, bukan dari kekuatan dolar Australia sendiri. "Kami tidak memandang kenaikan ini akan berlanjut," tambahnya lagi.
Menurut Tony Bradley, dari Hedge Fund Hunter Burton Capital di Sydney, AUD/USD yang telah melakukan perjalanan naiknya di hampir 2 bulan terakhir ini dikhawatirkan akan turun kembali ke bawah 0.70 USD.
"Ini hanya masalah waktu hingga Aussie jatuh ke bawah 0.70," tutur Bradley, "Seiring dengan naiknya suku bunga AS, dolar Australia akan menjadi sedikit tertekan. Jadi saya sudah memasang order short saya, dan berharap bisa bertahan sepanjang tahun ini."
Sedikit Pandangan Yang Berbeda
Berbeda dengan Bradley, Eric Stein, Co-Director of Global Fixed Income di Boston masih tetap bertahan dengan pandangan Bullishnya pada Aussie. Stein menyatakan, "Ekonomi Australia sedang kuat saat ini, hal ini cepat atau lambat akan membuat RBA menaikkan suku bunganya juga."
"Untuk mengukur kekuatan dari AUD/USD saat ini, perlu dilihat dari sisi dolar AS dan apa yang akan mereka lakukan kedepannya," sambung Stein.
Hingga saat berita ini ditulis, AUD/USD berada pada kisaran 0.8093 dan telah turun sejauh 0.21% di awal sesi Eropa ini. Aussie sendiri mungkin akan bergerak lebih lanjut pada Selasa besok, menyusul rilisnya indeks kepercayaan bisnis Australia versi National Australia Bank (NAB). ( Mbs-rifan financindo berjangka )
- PT RIFAN FINANCINDO | Sosialisasi Perdagangan Berjangka Harus Lebih Agresif: Masih Butuh Political Will Pemerintah
- PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi
- PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA (Palembang) | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu
- RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan
- PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor
- RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi














0 comments:
Post a Comment