RIFAN FINANCINDO PEKANBARU - Laju pertumbuhan ekonomi Kanada kuartal keempat tahun lalu berada di bawah ekspektasi, berdasarkan data yang dirilis oleh Departemen Stastistik setempat pada hari Jumat (2/Maret). Apiknya sektor perumahan jelang peraturan hipotek yang lebih ketat sepertinya belum cukup kuat mendorong ekonomi Kanada.

Baca juga:
- RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi
- RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai
- PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka
- PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan
- RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras
GDP Kanada mencatatkan laju pertumbuhan tahunan sebesar 1.7 persen pada kuartal terakhir 2017, berada di bawah ekspektasi ekonom yang mematok angka pertumbuhan di 2 persen. Data Produk Domestik Bruto selama kuartal ketiga juga direvisi turun menjadi 1.5 persen (dari 1.7 persen).
Laju pertumbuhan Kanada yang mengecewakan harapan turut tercermin pada rilis data GDP m/m pada Desember, dengan mencatatkan gain 0.1 persen. Hasil ini tentu lebih rendah jika dibandingkan dengan kenaikan 0.4 persen pada rilis bulan sebelumnya. Rilis GDP bulan Desember yang tidak begitu baik mengindikasikan momentum lemah menuju tahun 2018, dan diprediksi bakal berlanjut di awal tahun ini.
Rilis GDP Kanada bulan Desember yang lebih lambat dibandingkan periode sebelumnya disebabkan oleh perlambatan pada sektor belanja rumah tangga (komponen terbesar GDP). Kenaikan ekspor terutama pada sektor kimia, kehutanan, dan kendaraan, sedikit membantu pertumbuhan ekonomi.
Di sisi lain, Modal Bisnis (Business Capital) tumbuh signfikan selama kuartal keempat, dengan laju kenaikan tahunan sebesar 9.5 persen. Sebagian besar kenaikan itu berasal dari investasi perumahan, peningkatan konstruksi, dan penjualan rumah di Kanada akhir tahun 2017.
Baca juga:
- PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya
- PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun
- PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop
- PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK
- RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat
Pasar Khawatirkan Rencana Trump
Pada hari Kamis (1/Maret) kemarin, Presiden AS, Donald Trump berencana menaikkan tarif bea impor logam yang berpotensi memicu perang dagang berskala global, dan berdampak negatif bagi ekonomi AS karena laju inflasi akan naik di luar kendali. Alhasil, Dolar AS terpantau melemah cukup signifikan pada sesi Asia tadi pagi, meski pada malam ini mulai recovery. Salah satu contohnya tercermin di pergerakan pair USD/CAD yang berada di level 1.2873, menjauhi level Low harian 1.2808.
Sementara itu, Greenback belum mampu bangkit versus mata uang safe haven seperti Yen dan Franc Swiss. Pair USD/JPY melemah signifikan sejak sesi Asia, dan berlanjut pada sesi New York malam ini. Saat berita ini ditulis, Greenback berada di level 105.47 terhadap Yen, sedangkan pair USD/CHF diperdagangkan pada level 0.9358, atau melemah -0.62 persen dari harga pembukaan hari ini. ( Mbs-rifan financindo berjangka )
- PT RIFAN FINANCINDO | Sosialisasi Perdagangan Berjangka Harus Lebih Agresif: Masih Butuh Political Will Pemerintah
- PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi
- PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA (Palembang) | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu
- RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan
- PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor
- RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi














0 comments:
Post a Comment