Wednesday, March 7, 2018

RIFANFINANCINDO PEKANBARU | Dolar Australia Menurun, Laporan GDP Meleset

RIFANFINANCINDO PEKANBARU - Dolar Australia menurun, gagal melanjutkan penguatannya terhadap Dolar AS di sesi Asia Rabu (07/Mar) pagi ini. Penurunan tersebut terjadi begitu laporan tentang data GDP Australia menunjukkan angka yang lebih rendah daripada ekspektasi.
 Baca juga: 

  • RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi
  • RIFAN  |  Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai
  • PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka 
  • PT. RIFAN  | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan
  • RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras
dolar-australia


Dolar Australia menurun dengan AUD/USD yang berada pada posisi 0.7797, terjatuh dari level tinggi 0.7828 yang tercapai pada pembukaan sesi. Namun, dalam time frame 1H, tampak bahwa AUD/USD segera rebound dari level rendahnya pasca pengumuman GDP Australia.
Dua event penting yang mempengaruhi gerak Dolar Australia hari ini adalah pidato Gubernur Bank Sentral Australia (RBA), Philip Lowe, dan data GDP Australia.

Baca juga: 

  • PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya
  • PT RIFANFINANCINDO  | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun
  • PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop
  • PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK
  • RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat
Pidato Gubernur Bank Sentral Australia

Philip Lowe mengatakan bahwa penurunan manufaktur Australia dapat membebani pemulihan investasi bisnis dalam beberapa tahun ke depan. Dalam pidatonya tersebut pagi tadi, Lowe juga mengisyaratkan bahwa investasi non-pertambangan bisa jadi akan mengalami penurunan porsi kontribusi terhadap keseluruhan GDP Australia.
"Kami memperkirakan, pergeseran turun yang terjadi dalam sektor manufaktur, dapat mengurangi rasio investasi sektor non pertambangan terhadap GDP, sekitar 1-2 persen," kata Lowe dalam pidatonya di hadapan Forum Bisnis di Sydney.
Selain itu menyinggung masalah ekonomi bisnis dalam negeri Australia, Lowe juga membahas rencana Presiden AS Donald Trump yang akan menerapkan bea impor sejumlah komoditas logam untuk perusahaan-perusahaan AS. Menurutnya, rencana tersebut dapat berkembang menjadi guncangan yang besar bagi perekonomian global.
Dengan tegas, Lowe menyebut bahwa rencana penerapan bea impor baja dan aluminium oleh Trump adalah hal yang sangat disesalkan dan kebijakan yang buruk. Gubernur RBA itu menyarankan agar negara-negara lain tetap tenang dan tidak menerapkan kebijakan balasan yang dapat memicu perang dagang, karena kebijakan Trump tersebut dinilai sarat akan kepentingan politik belaka.


GDP Australia Lebih Rendah Daripada Ekspektasi

Menyusul pidato Gubernur RBA, Biro Statistik ABS melaporkan bahwa pertumbuhan GDP Australia mencapai 0.4 persen pada bulan Desember. Angka tersebut lebih rendah daripada ekspektasi 0.5 persen. Sementara itu pertumbuhan ekonomi Australia YoY di kuartal empat tahun 2017 mencapai 2.4 persen, lebih rendah daripada ekspktasi 2.5 persen dan kuartal ketiga sebesar 2.9 persen.
Bruce Hockman, Kepala Ekonom ABS mengatakan bahwa pertumbuhan Australia pada kuartal empat tahun lalu disumbang banyak oleh sektor rumah tangga seperti penguatan income masyarakat dan peningkatan konsumsi.  ( Mbs-rifan financindo berjangka )

Lihat : Rifanfinancindo

Sumber : seputarforex

Baca Juga Di : 

0 comments:

Post a Comment