Wednesday, April 25, 2018

RIFAN FINANCINDO | Inflasi Australia Di Bawah Target, AUD/USD Bearish

RIFAN FINANCINDO - Inflasi Konsumen (CPI) Australia masih lemah di kuartal pertama tahun ini. Inflasi intinya bahkan sudah tiga tahun ini berada di bawah target bank sentral. Akibatnya, ekspektasi akan tertundanya kenaikan suku bunga Bank Sentral Australia (RBA) pun kian menguat dan membuat AUD/USD bearish.

Baca Juga :

  • RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi
  • RIFAN  |  Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai
  • PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka 
  • PT. RIFAN  | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan
  • RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras

dolar-australia


Biro Statistik Australia (ABS) pada Selasa (24/Apr) pagi ini melaporkan bahwa Inflasi Inti (core CPI) Australia berada di level 1.9 persen Year-on-Year, lagi-lagi di bawah ekspektasi RBA yang mematok level 2-3 persen. Sedangkan untuk inflasi Quarter-on-Quarter Australia, ABS mengumumkan hasil di level 0.4 persen, lebih rendah dari forecast kenaikan 0.5 persen.
Masalah besar yang menyebabkan rendahnya inflasi Australia adalah pertumbuhan gaji; terdapat perlambatan secara historis bahkan meskipun ada peningkatan dalam sektor ketenagakerjaan. Tak hanya Australia, fenomena tersebut kini sedang jamak terjadi di negara-negara maju.


RBA Tak Punya Alasan Naikkan Suku Bunga Dalam Waktu Dekat

CPI yang tak kunjung meyakinkan membuat bank sentral mempertahankan tingkat suku bunga saat ini. Suku bunga RBA berada di level 1.5 persen sejak pertengahan tahun 2016, dan tak ada tanda-tanda bakal dinaikkan dalam waktu dekat.
Tidak ada "desakan khusus" untuk menaikkan suku bunga, kata Asisten Gubernur RBA, Christoper Kent pagi tadi, sebagaimana dikutip oleh Reuters. Walaupun perubahan selanjutnya yang diharapkan pada tingkat suku bunga adalah kenaikan, Kent mengatakan ekspektasi progres inflasi dan tingkat pengangguran Australia hanya perlahan.

Baca juga: 



  • PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya
  • PT RIFANFINANCINDO  | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun
  • PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop
  • PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK
  • RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat


Aussie Pertahankan Bias Bearish

Menyusul laporan tersebut, Dolar Australia tak beranjak dari level rendahnya terhadap Dolar AS. Saat berita ini ditulis, AUD/USD berada di angka 0.76100, naik sangat tipis dari harga pembukaan sebelum laporan Inflasi Australia, yang menempati angka 0.7598. Terhadap Yen, Aussie pun melemah dengan AUD/JPY yang hanya mendapat kenaikan marginal ke 82.71. Sebelumnya, pair tersebut berhasil mempertahankan support di area 82.50.

Menurut analisa DailyFX sebelum data tersebut dilaporkan, AUD/USD diperkirakan akan terus mengalami penurunan. Para trader akan lebih net-long hari ini daripada kemarin dan minggu lalu. Sehingga, kombinasi antara sentimen saat ini dan beberapa pergerakan terakhir dapat memperkuat bias bearish AUD/USD.  ( Mbs-rifan financindo berjangka )

Lihat :  Rifan Financindo

Sumber : seputarforex

Baca Juga Di : 

0 comments:

Post a Comment