Friday, April 27, 2018

RIFANFINANCINDO | Bull Dolar AS Melemah Sedikit Di Sesi Asia Hari Ini

Rifanfinancindo Pekanbaru - Dolar AS melemah sedikit walau masih berada di level tinggi tiga setengah bulan. Faktor penguat Dolar AS pekan ini adalah lonjakan imbal hasil obligasi 10-tahunan pemerintah AS yang telah tembus 3.035 persen, tertinggi dalam empat tahun terakhir. Namun memasuki sesi Asia Kamis ini (26/Apr), USD terlihat melandai, diduga karena investor mulai meresahkan efek kenaikan Yields obligasi AS.

dollar-wreckingball
 Baca Juga :

  • RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi
  • RIFAN  |  Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai
  • PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka 
  • PT. RIFAN  | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan
  • RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras


Bull Dolar Mulai Kalem

USD/JPY terpantau di posisi 109.344 dari sebelumnya di 109.413. Sedangkan USD/CAD turun dari 1.2886 ke 1.2835. Indeks Dolar yang mengukur kekuatan Greenback terhadap enam mata uang mayor mencapai level 91.181 dari 91.261. Dalam sepekan ini, indeks Dolar sudah berhasil menghimpun kenaikan sebanyak 0.9 persen.
Analis OANDA, Stephen Innes, menjelaskan bahwa pelemahan Dolar AS dalam waktu dekat ini agaknya sedikit mustahil, kecuali ada kejatuhan masif dalam pasar ekuitas AS yang hampir tidak mungkin terjadi. Di samping itu, kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Juni sudah tak diragukan lagi.
"Dengan sentimen pasar ekuitas yang mempertahankan penguatan dalam menghadapi kenaikan imbal hasil obligasi, maka Dolar AS bisa jadi akan berperan sebagai 'bola penghancur' di antara mata uang-mata uang G-10," kata Innes sebagaimana dikutip oleh Reuters.
Sedikit berbeda dengan pendapat Innes, Kathy Lien dari BK Asset Management mengaku tak akan heran apabila bullish Dolar AS akan mulai melunak terhadap Euro, Poundsterling, dan Dolar Kanada. Pasalnya, investor tetap akan berhati-hati dalam memasang posisi Long terhadap Dolar AS. Kenaikan Yield obligasi, apabila terlalu tinggi, dikhawatirkan dapat mengancam pemulihan ekonomi dan pasar saham.

Baca juga: 


  • PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya
  • PT RIFANFINANCINDO  | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun
  • PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop
  • PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK
  • RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat


Euro Nantikan Kebijakan ECB

EUR/USD naik 0.1 persen ke angka 1.2173, tetapi masih berkisar di level rendah yang terbentuk pada hari Rabu kemarin. Fokus jangka pendek yang akan memengaruhi EUR/USD adalah rapat Bank Sentral Eropa (ECB). Hasil pertemuan itu akan diumumkan petang nanti.
ECB diekspektasikan tidak akan melakukan perubahan kebijakan serta mengesampingkan pelemahan ekonomi Zona Euro dalam beberapa waktu terakhir. Skema pembelian obligasi pun diperkirakan belum akan terjadi di akhir tahun ini. ( Mbs-rifan financindo berjangka )

Lihat :  Rifanfinancindo

Sumber : seputarforex

Baca Juga Di : 

0 comments:

Post a Comment