PT RIFAN FINANCINDO PEKANBARU - Euro menurun cukup signifikan di sesi perdagangan Rabu (23/Mei) sore ini. Lemahnya data ekonomi Jerman dan Zona Euro menjadi beban bagi Euro, selain karena menguatnya Dolar AS jelang rilis notulen FOMC. Saat berita ini ditulis, EUR/USD diperdagangkan pada 1.1723, dari sebelumnya di angka 1.1782.

"Euro membutuhkan beberapa hal (untuk menguat) antara lain data yang lebih baik, resolusi politik Italia (tanpa ancaman untuk meninggalkan Zona Euro), dan posisi yang lebih baik. Hal terakhir yang saya sebutkan itu tampaknya akan segera terpecahkan, tetapi dua lainnya masih membutuhkan waktu dan pasar tampaknya tak menunggunya," kata Kit Juckes, Ahli Strategi Makro dari Société Générale.
Baca juga:
- PT.RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya
- PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun
- PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop
- PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK
- RFB || RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat
- rifan financindo || Banyak Masyarakat Belum Paham PBK
- PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA ||
- pt rifan financindo
PMI Flash Jasa Jerman Dan Zona Euro Turun
Pertumbuhan sektor swasta di Jerman pada bulan Mei ini kembali melambat. Menurut survei Markit, data Jerman turun ke 53.1 dari sebelumnya di 54.6. Angka tersebut berada di bawah ekspektasi ekonom yang mengharapkan kenaikan ke level 54.7. Sementara itu, Indeks PMI Manufaktur Jerman jeblok ke posisi 56.8 pada bulan Mei, dan menjadi yang terendah sejak bulan Februari 2017. Survei ini menghitung pertumbuhan sektor manufaktur dan jasa, yang porsi kontribusinya mencapai dua pertiga dari pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
"Melemahnya pertumbuhan order book dan memudarnya kepercayaan bisnis (Jerman) mengarah ke hilangnya momentum sejak akhir tahun 2017," kata Phil Smith, ekonom IHS Markit. "Mendinginnya permintaan yang terjadi belakangan ini menunjukkan adanya tekanan margin, dengan inflasi harga jual yang bergerak ke arah berlawanan dari biaya input," tambahnya.
Di samping itu, Markit juga mencatat perlambatan yang terjadi dalam aktivitas bisnis dan pertumbuhan new order Zona Euro pada bulan Mei. Indeks PMI Flash Manufaktur Zona Euro berada pada level 55.5, lebih rendah daripada sebelumnya di 56.2. Sedangkan Indeks PMI Flash untuk sektor Jasa menduduki level 53.9, turun dari pencapaian periode sebelumnya di 54.7.
Baca juga:
- RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan
- PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor
- RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi
- RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi
- RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai
- PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB
- PT.RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan
- RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras
ECB Bisa Pikir-Pikir Lagi Untuk Tarik Stimulus
Baca juga:
- RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan
- PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor
- RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi
- RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi
- RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai
- PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB
- PT.RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan
- RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras
Kendati mengecewakan, seluruh data tersebut masih dalam kategori ekspansi. Analisis MarketPulse milik OANDA menganggap bahwa penurunan ini bukanlah hal buruk yang berarti. Namun, pertumbuhan yang lebih lemah daripada ekspektasi memang dapat membuat para pembuat kebijakan di Bank Sentral Eropa (ECB), berpikir dua kali untuk mengevaluasi rencana penarikan stimulus moneter pada bulan September mendatang. ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )
Lihat : PT Rifan Financindo
Sumber : seputarforex
Baca juga :
- PT RIFAN FINANCINDO | Sosialisasi Perdagangan Berjangka Harus Lebih Agresif: Masih Butuh Political Will Pemerintah
- PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi
- PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA DBS TOWER | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu














0 comments:
Post a Comment