
Baca juga:
PT RIFAN FINANCINDO PEKANBARU - Greenback bergerak di teritori bullish terhadap sejumlah major currency pada perdagangan hari Selasa (1/Mei) menjelang pengumuman hasil rapat Fed pada hari Rabu besok. Perbedaan kondisi fundamental AS dengan kawasan lain seperti Uni Eropa dan Jepang telah mendorong Investor memburu dollar sehingga bergerak meninggi sejak sesi Asia pagi tadi.
Trader mengatakan bahwa pasar yang cenderung kurang liquid karena liburan di sebagian besar kawasan Eropa dan Asia menjadi salah satu faktor yang mendorong Greenback menguat. Hal itu terjadi lantaran Investor berebut melakukan aksi beli dollar jelang pengumuman kebijakan moneter Fed besok, sembari mengharapkan muncul pernyataan bernada hawkish.
Baca Juga :
Indeks Dollar (DXY) yang mengukur kekuatan Greenback terhadap enam mata uang utama lainnya berada di level 92.34 atau menguat 0.54 persen harian. Itu merupakan level tertinggi sejak 11 Januari lalu.
Euro terpukul akibat data ekonomi yang cukup mengecewakan dan dipicu oleh meningkatnya keraguan di kalangan Investor tentang kapan kepastian pelaksanaan kenaikan suku bunga Bank Sentral Eropa. Padahal penguatan Euro selama beberapa bulan terakhir versus Greenback dikarenakan rencana Rate Hike yang direncanakan ECB setelah kondisi ekonomi Eropa menunjukan perbaikan. EUR/USD melemah 0.58 persen dari harga open harian dan kini diperdagangkan pada level 1.2007.
Penguatan Dollar juga terjadi pada pair GBP/USD yang melemah 0.96 persen, AUD/USD yang melemah 0.53 persen dan pair USD/JPY bergerak meninggi hingga mendekati level tertinggi sejak bulan Februari lalu.
Komentar Analis Terkait Penguatan Dollar
“Mengingat terdapat sentimen positif mewarnai dollar dan kurangnya likuiditas di pasar sehingga tidak butuh banyak tenaga bagi Greenback untuk menguat terhadap major currency” kata Valentin Marinov, Kepala Strategi di Credit Agricole.
Lonjakan Yields Treasury AS bertenor 10 tahun pada minggu lalu disinyalir menjadi faktor kunci yang mendongrak performa Greenback. Disamping itu, laporan data Inflasi Inti AS bergerak meninggi hingga mencapai 1.9 persen YoY menjadi hal yang menarik bagi investor untuk membeli dollar terutama menjelang pengumuman Fed meeting pada hari Rabu.
Marinov mencatat bahwa price action setelah pengumuman kebijakan moneter Fed dan hasil NFP bulan April yang akan dirilis pada hari Jumat akan menjadi momentum penting bagi dollar untuk bergerak lebih jauh.
Analis dari ScotiaBank dalam sebuah catatan tertulis mengatakan,”Dollar AS diprediksi akan tetap kuat karena Investor tengah mengincar hasil pengumuman kebijakan moneter besok yang diprediksi akan hawkish”.
Ditengah penguatan Dollar dalam beberapa hari terakhir, bagaimanapun sebagian besar ekonom masih percaya Greenback akan melemah dalam jangka menengah dan panjang, dengan mata uang seperti Euro dan Yen yang mengambil keuntungan terbesar (dari pelemahan dollar).
Sebagian ekonom lainnya melontarkan pendapat yang berbeda terkait penguatan dollar AS seperti dari seorang analis Morgan Stanley mengatakan bahwa pengerak utama dollar adalah perbedaan kondisi ekonomi AS dengan negara negara lain dan outlook fundamental AS terutama mengenai jadwal Rate Hike. ( Mbs-rifan financindo berjangka )
Lihat : PT Rifan financindo
Sumber : seputarforex
Baca Juga Di :














0 comments:
Post a Comment