Friday, May 11, 2018

RIFAN FINANCINDO | CPI AS April Naik Moderat, Jobless Claims Bertahan Dekat Low 48 Tahun

RIFAN FINANCINDO PEKANBARU - Harga Konsumen AS (Consumer Price Index) rebound di bulan April dengan mencatatkan kenaikan dibawah ekspektasi, setelah penurunan pada periode sebelumnya. Kenaikan CPI Negeri Paman Sam bulan lalu didorong oleh peningkatan harga bahan bakar, akomodasi sewa dan biaya perawatan kesehatan.

Baca Juga : 


CPI AS April Naik Moderat, Jobless

Departemen Tenaga Kerja AS pada hari Kamis (10/Mei) merilis data CPI bulan April yang naik sebesar 0.2 persen, setelah sempat tergelincir -0.1 persen selama periode Maret. Rilis Harga Konsumen AS malam ini berada dibawah ekspektasi ekonom dalam sebuah jajak pendapat sebelumnya yang memprediksi kenaikan CPI mencapai 0.3 persen bulan lalu.
Sementara itu bila tidak memasukan kategori makanan dan energi (Core CPI) bulan April naik 0.1 persen, sekaligus berada dibawah ekspektasi ekonom untuk kenaikan 0.2 persen setelah naik 0.2 persen pada periode sebelumnya.

Baca Juga :


Harga Minyak Meroket, Jaga Momentum Inflasi AS
Kenaikan trend Inflasi lebih jauh diperkirakan akan terus berlanjut setelah pada hari Rabu kemarin, Presiden Donald Trump menarik AS keluar dari perjanjian Internasional terkait nuklir Iran yang memaksa harga minyak mentah dunia kembali menembus rekor high baru. Kenaikan harga bahan bakar menjadi salah satu faktor utama yang dapat meningkatkan harga barang dan jasa, sehingga ikut mendorong trend inflasi AS.
Harga bahan bakar mencatatkan rebound 3.0 persen di bulan April, setelah anjlok -4.9 persen selama Maret. Selain itu kenaikan juga terjadi pada makanan sebesar 0.3 persen, biaya akomodasi sewa juga mencatatkan kenaikan 0.3 persen dan biaya perawatan kesehatan yang naik 0.1 persen bulan April, sedikit melambat dibandingkan kenaikan 0.4 persen di bulan Maret.

Jobless Claims Mingguan AS Bertahan Dekat Low 48 Tahun
Dalam rilis terpisah, Departemen Tenaga Kerja AS juga melaporkan data Jobless Claims  yang bertahan dekat level low 48 tahun pada perhitungan hingga 5 Mei. Hal tersebut semakin mempertegas kondisi full employment pada pasar tenaga kerja Negeri Paman Sam.
Jumlah warga AS yang mengajukan klaim atas kehilangan pekerjaan bertambah 211k sepanjang pekan lalu, atau tidak berubah dibandingkan rilis pekan sebelumnya. Rilis Jobless Claims AS malam ini sekaligus berada dibawah ekspekasi ekonom yang memprediksi 219k klaim.
Pasar tenaga kerja AS sudah dianggap sangat dekat dengan Full Employment menyusul laporan Non Farm Payroll bulan April yang relatif stabil yang diikuti oleh penurunan tajam tingkat pengangguran dari level 4.1 persen menjadi 3.9 persen di bulan April.
Para pengusaha semakin berjuang mencari pekerja berkualitas menyusul laporan JOLTS (lowongan pekerjaan) yang meningkat secara signifikan hingga mencapai angka 6.6 juta di bulan Maret. Rata rata pengerakan (Moving Average) jobless claims selama empat pekan terakhir turun 5.5k menjadi 216k, level paling rendah sejak Desember 1969. ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )


Sumber : seputarforex

Baca juga :

0 comments:

Post a Comment