Monday, May 7, 2018

RIFANFINANCINDO PEKANBARU | Bank Sentral Jepang Hadapi Dilema Kebijakan Moneter Longgar

RIFANFINANCINDO PEKANBARU -  Para Pejabat Bank Sentral Jepang (BoJ) memperdebatkan risiko yang mungkin akan diderita ekonomi Jepang apabila kebijakan stimulus longgar diakhiri terlalu dini. Menurut notulen rapat BoJ yang diterbitkan hari Senin (07/Mei) pagi ini, rapat Dewan BoJ sedang membahas dilema yang sedang mereka hadapi. Di satu sisi, target inflasi masih jauh dari pencapaian. Di sisi lain, biaya untuk melanjutkan moneter longgar terus membengkak.

Baca Juga :

  • RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi
  • RIFAN  |  Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai
  • PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka 
  • PT. RIFAN  | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan
  • RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras

yen-jepang


Target Inflasi BoJ Belum Tercapai

Sembilan orang anggota Dewan BoJ membutuhkan waktu yang cukup lama dalam memperdebatkan bagaimana cara terbaik untuk mengomunikasikan kebijakan moneter mereka di bulan Maret lalu. Sejumlah anggota rapat mengatakan, meningkatnya ketertarikan pasar terhadap kemungkinan pengurangan stimulus moneter Jepang, masih tertinggal di belakang volatilitas pasar saat ini, tulis notulen tersebut.
"BoJ perlu menjelaskan kepada masyarakat ... bahwa perekonomian belum mencapai fase dimana bank sentral mulai perlu mempertimbangkan waktu dan tindakan yang biasa dikenal dengan istilah keluar dari kebijakan moneter (exit from monetary easing)," kata para anggota dalam rangkuman notulen rapat.

Baca juga: 


  • PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya
  • PT RIFANFINANCINDO  | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun
  • PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop
  • PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK
  • RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat
"Walaupun normalisasi atau pengurangan akomodasi moneter secara bertahap dapat menjadi topik yang bisa dipertimbangkan dalam waktu depan, BoJ harus menjelaskan pada pasar bahwa normalisasi ... akan berbeda dengan pengetatan moneter," turut salah satu anggota yang dikutip oleh notulen.
Dalam rapat pada bulan Maret lalu, BoJ tidak mengubah kebijakan moneternya. Bahkan, Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda memberikan sinyal mengenai kesiapan pihaknya untuk menggelontorkan stimulus tambahan jika ekkonomi Jepang loyo. Pernyataan Kuroda tersebut memukul mundur spekulasi mengenai pengurangan stimulus yang sempat diperkirakan bakal terjadi lebih cepat daripada yang diperkirakan.


Yen Melemah


Setelah rilis notulen BoJ, Yen diperdagangkan di kisaran 108.969 per dolar AS. Namun saat berita ini ditulis, USD/JPY sudah melonjak ke posisi 109.098. Yen sempat menguat terhadap Dolar AS di akhir pekan sehubungan dengan mengecewakannya angka NFP AS dan aksi short-coveringoleh para margin trader Jepang. ( Mbs-rifan financindo berjangka )

Lihat :  Rifanfinancindo

Sumber : seputarforex

Baca Juga Di : 

0 comments:

Post a Comment